Link Flash
Selasa, 16 Juni 2015
Selasa, 31 Maret 2015
Metode Pembelajaran
METODE
DISCOVERY DAN INKUIRI
I.
Metode Discovery
Menurut Suryosubroto (2002:193) mengutip pendapat Sund (1975) bahwa discovery adalah proses mental dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip tanpa harus didampingi oleh pendidik dan dapat menjadi penemuan yang baru bagi siswa maupun gurunya. Proses mental tersebut misalnya mengamati,menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya. Dan merupakan metode yang lebih menekankan pada pengalaman langsung. Pembelajaran dengan metode penemuan lebih mengutamakan proses daripada hasil belajar.
a. Kelebihan
1. Dianggap membantu siswa mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan ketrampilan dan proses kognitif siswa, seandainya siswa itu dilibatkan terus dalam penemuan terpimpin.
2. Pengetahuan diperoleh dari strategi ini sangat pribadi sifatnya dan mungkin merupakan suatu pengetahuan yang sangat kukuh, dalam arti pendalaman dari pengertian retensi dan transfer.
3. Strategi penemuan membangkitkan gairah pada siswa, misalnya siswa merasakan jerih payah penyelidikannya, menemukan keberhasilan maupun terkadang kegagalan.
4. Metode ini memberi kesempatan kepada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuannya sendiri.
5. Metode ini menyebabkan siswa mengarahkan sendiri cara belajarnya sehingga ia lebih merasa terlibat dan bermotivasi sendiri untuk belajar, paling sedikit pada suatu proyek penemuan khusus.
6. Metode discovery dapat membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya kepercayaan pada diri sendiri melalui proses-proses penemuan.
7. Strategi ini berpusat pada anak, misalnya memberi kesempatan pada siswa danguru berpartisispasi dengan sesama dalam situasi penemuan yang jawabannya belum diketahui sebelumnya
8. Membantu perkembangan siswa menuju skeptisisme yang sehat untuk menemukan kebenaran akhir dan mutlak.
b. Kekurangan
1. Dipersyaratkan keharusan adanya persiapan mental untuk cara belajar ini.Misalnya siswa yang lamban mungkin bingung dalam usahanya mengembangkan pikirannya jika berhadapan dengan hal-hal yang abstrak, atau menemukan saling ketergantungan antara pengertian dalam suatu subyek, atau dalam usahanya menyusun suatu hasil penemuan dalam bentuk tertulis. Siswa yang lebih pandai mungkin akan memonopoli penemuan dan akan menimbulkan frustasi pada siswa yang lain.
2. Metode ini kurang berhasil untuk mengajar kelas besar. Misalnya sebagian besar waktu dapat hilang karena membantu seorang siswa menemukan teori-teori, atau menemukan bagaimana ejaan dari bentuk kata-kata tertentu.
3. Harapan yang ditumpahkan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru karena siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran secara tradisional.
4. Mengajar dengan penemuan mungkin akan dipandang sebagai terlalu mementingkan memperoleh pengertian dan kurang memperhatikan diperolehnya sikap dan ketrampilan. Sedangkan sikap dan ketrampilan diperlukan untuk memperoleh pengertian atau sebagai perkembangan emosional sosial secara keseluruhan.
5. Dalam beberapa ilmu, fasilitas yang dibutuhkan untuk mencoba ide-ide, mungkintidak ada.
6. Strategi ini mungkin tidak akan memberi kesempatan untuk berpikir kreatif, kalau pengertian-pengertian yang akan ditemukan telah diseleksi terlebih dahulu oleh guru, demikian pula proses-proses di bawah pembinaannya. Tidak semua pemecahan masalah menjamin penemuan yang penuh arti
I. Metode Inkuiri
Metode Inkuiri adalah suatu kegiatan yang menelaah sesuatu dengan cara mencari kesimpulan. Keyakinan tertentu melalui proses berpikir atau penalaran secara teratur,runtut serta bisa diterima oleh akal dan didampingi oleh pendidik. Metode inkuiri ini merupakan kegiatan pembelajaran dimana siswa dihadapkan pada suatu keadaan atau masalah untuk kemudian dicari jawaban atau kesimpulannya. Jawaban atau kesimpulan tersebut belum tentu merupakan pemecahan atas masalah atau keadaanyang dihadapi. Dapat juga jawaban tersebut hanya sampai pada tingkat menemukan hal-hal yang menyebabkan timbulnya keadaan atau masalah tersebut. Dan hal inilah yang membedakan antara metode inkuiri dengan metode pemecahan masalah yang lebih menitik beratkan pada pemecahan masalah yang dihadapi siswa.
a. Kelebihan metode inkuiri
1. Siswa aktif dalam kegiatan belajar.
2. Pengetahuan yang diperoleh lebih dipahami dan lebih lama diingat.
3. Siswa mendapatkan kepuasan dalam proses pembelajaran.
4. Pengetahuan yang diperoleh lebih mudah ditransfer ke berbagai konteks.
5. Melatih siswa untuk belajar mandiri
b. Kekurangan metode inkuiri
1. Membutuhkan waktu yang cukup lama
2. Apabila kurang terarah dan terpimpin dapat menjurus pada kekacauan
Menurut Suryosubroto (2002:193) mengutip pendapat Sund (1975) bahwa discovery adalah proses mental dimana siswa mengasimilasi sesuatu konsep atau sesuatu prinsip tanpa harus didampingi oleh pendidik dan dapat menjadi penemuan yang baru bagi siswa maupun gurunya. Proses mental tersebut misalnya mengamati,menggolong-golongkan, membuat dugaan, menjelaskan, mengukur, membuat kesimpulan, dan sebagainya. Dan merupakan metode yang lebih menekankan pada pengalaman langsung. Pembelajaran dengan metode penemuan lebih mengutamakan proses daripada hasil belajar.
a. Kelebihan
1. Dianggap membantu siswa mengembangkan atau memperbanyak persediaan dan penguasaan ketrampilan dan proses kognitif siswa, seandainya siswa itu dilibatkan terus dalam penemuan terpimpin.
2. Pengetahuan diperoleh dari strategi ini sangat pribadi sifatnya dan mungkin merupakan suatu pengetahuan yang sangat kukuh, dalam arti pendalaman dari pengertian retensi dan transfer.
3. Strategi penemuan membangkitkan gairah pada siswa, misalnya siswa merasakan jerih payah penyelidikannya, menemukan keberhasilan maupun terkadang kegagalan.
4. Metode ini memberi kesempatan kepada siswa untuk bergerak maju sesuai dengan kemampuannya sendiri.
5. Metode ini menyebabkan siswa mengarahkan sendiri cara belajarnya sehingga ia lebih merasa terlibat dan bermotivasi sendiri untuk belajar, paling sedikit pada suatu proyek penemuan khusus.
6. Metode discovery dapat membantu memperkuat pribadi siswa dengan bertambahnya kepercayaan pada diri sendiri melalui proses-proses penemuan.
7. Strategi ini berpusat pada anak, misalnya memberi kesempatan pada siswa danguru berpartisispasi dengan sesama dalam situasi penemuan yang jawabannya belum diketahui sebelumnya
8. Membantu perkembangan siswa menuju skeptisisme yang sehat untuk menemukan kebenaran akhir dan mutlak.
b. Kekurangan
1. Dipersyaratkan keharusan adanya persiapan mental untuk cara belajar ini.Misalnya siswa yang lamban mungkin bingung dalam usahanya mengembangkan pikirannya jika berhadapan dengan hal-hal yang abstrak, atau menemukan saling ketergantungan antara pengertian dalam suatu subyek, atau dalam usahanya menyusun suatu hasil penemuan dalam bentuk tertulis. Siswa yang lebih pandai mungkin akan memonopoli penemuan dan akan menimbulkan frustasi pada siswa yang lain.
2. Metode ini kurang berhasil untuk mengajar kelas besar. Misalnya sebagian besar waktu dapat hilang karena membantu seorang siswa menemukan teori-teori, atau menemukan bagaimana ejaan dari bentuk kata-kata tertentu.
3. Harapan yang ditumpahkan pada strategi ini mungkin mengecewakan guru karena siswa yang sudah biasa dengan perencanaan dan pengajaran secara tradisional.
4. Mengajar dengan penemuan mungkin akan dipandang sebagai terlalu mementingkan memperoleh pengertian dan kurang memperhatikan diperolehnya sikap dan ketrampilan. Sedangkan sikap dan ketrampilan diperlukan untuk memperoleh pengertian atau sebagai perkembangan emosional sosial secara keseluruhan.
5. Dalam beberapa ilmu, fasilitas yang dibutuhkan untuk mencoba ide-ide, mungkintidak ada.
6. Strategi ini mungkin tidak akan memberi kesempatan untuk berpikir kreatif, kalau pengertian-pengertian yang akan ditemukan telah diseleksi terlebih dahulu oleh guru, demikian pula proses-proses di bawah pembinaannya. Tidak semua pemecahan masalah menjamin penemuan yang penuh arti
I. Metode Inkuiri
Metode Inkuiri adalah suatu kegiatan yang menelaah sesuatu dengan cara mencari kesimpulan. Keyakinan tertentu melalui proses berpikir atau penalaran secara teratur,runtut serta bisa diterima oleh akal dan didampingi oleh pendidik. Metode inkuiri ini merupakan kegiatan pembelajaran dimana siswa dihadapkan pada suatu keadaan atau masalah untuk kemudian dicari jawaban atau kesimpulannya. Jawaban atau kesimpulan tersebut belum tentu merupakan pemecahan atas masalah atau keadaanyang dihadapi. Dapat juga jawaban tersebut hanya sampai pada tingkat menemukan hal-hal yang menyebabkan timbulnya keadaan atau masalah tersebut. Dan hal inilah yang membedakan antara metode inkuiri dengan metode pemecahan masalah yang lebih menitik beratkan pada pemecahan masalah yang dihadapi siswa.
a. Kelebihan metode inkuiri
1. Siswa aktif dalam kegiatan belajar.
2. Pengetahuan yang diperoleh lebih dipahami dan lebih lama diingat.
3. Siswa mendapatkan kepuasan dalam proses pembelajaran.
4. Pengetahuan yang diperoleh lebih mudah ditransfer ke berbagai konteks.
5. Melatih siswa untuk belajar mandiri
b. Kekurangan metode inkuiri
1. Membutuhkan waktu yang cukup lama
2. Apabila kurang terarah dan terpimpin dapat menjurus pada kekacauan
Contoh Penerapan Metode Inkuiri:
Anda akan berjalan menuju
ke suatu tempat, tetapi ada berita bahwa jembatan yang menuju tempat tersebut
putus, percayakah Anda akan hal itu? Bagaimana caranya agar bisa percaya dan
yakin akan berita itu? Dan jalan apa yang Anda tempuh ke tempat tujuan
tersebut?
Pada contoh di atas, kita
akan menemukan orang yang begitu mendengar lalu percaya tanpa menanyakan lebih
jauh. Ada juga orang yang percaya dengan meminta keterangan lebih jauh, selain
itu ada juga yang ragu serta ingin meyakinkannya dengan cara sendiri. Pengajaran
IPS tidak menginginkan melahirkan tipe manusia yang pertama (percaya bagitu
saja), paling tidak dia harus meminta keterangan dan mengolah kebenaran berita
tersebut. Dan lebih ideal lagi dia harus meyakinkannya, sehingga dia menjadi
manusia yang kritis dan memanfaatkan potensinya serta percaya akan diri
sendiri.
Gejolak kehidupan
masyarakat sungguh cepat berubahnya, maka siswa hendaknya dibekali senjata
hidup yang ampuh ialah kemampuan menangkap sesuatu. Inkuiri antara lain melatih
hal tersebut. Inkuiri adalah teknik pemecahan masalah secara ilmiah.
Inkuiri atau discoveri
dengan segala variasinya serta problem solving (pemecahan masalah), dalam IPS
dianggap sebagai cara ilmiah yang paling cocok untuk dipergunakan sebagai cara
kerja (metode) IPS.
Thorstone dalam bukunya Scaling
Attitude mengemukakan bahwa hal yang paling terpenting dalam inkuiri
adalah siswa mencari sesuatu sampai tingkat “yakin”. Tingkatan mana dicapai
melalui dukungan data, analisis, interpretasi serta pembuktiannya.
Problem solving lebih
menitikberatkan kepada terpecahnya sesuatu masalah yang menurut perkiraan rasio
logis, benar atau tepat. Perbedaan lain ialah tingkatan dan cara kerjanya,
dalam inkuiri tingkatannya lebih tinggi serta lebih komplikatif (ruwet).
Inkuiri diterima para ahli IPS sebagai bendera dari IPS, maka mereka sangat
menganjurkan cara kerja ini untuk banyak dipergunakan dalam pelajaran IPS
dengan berbagai jenis tingkatan ( dari yang sederhana sampai tingkat yang
paling tinggi ). Inkuiri yang paling sederhana menggunakan tanya jawab
klasikal, di mana peran aktif tetap di tangan siswa. Guru hanya mengarahkan,
membina, memancing jawaban dan lain – lain. Inkuiri sederhana ini juga bisa
dalam bentuk kegiatan perbuatan secara sederhana.
METODE PRAKTIK
A. Pengertian Metode Praktik
(Demonstrasi)
Metode secara harfiah berarti “cara” jadi metode menurut istilah adalah sebagai suatu cara atau prosedur yang di pakai untuk mencapai tujuan tertentu. Metode juga biasa diartikan salah satu alat untuk mencapai tujuan artinya metode harus menunjang pencapaian tujuan pengajaran jadi metode dapat dijadikan sebagai alat yang efektif untuk mencapai tujuan pengajaran.
Pengunaan metode dalam kegiatan pembelajaran sangat perlu karena untuk mempermudah proses pembelajaran sehingga dapat mencapai hasil yang optimal. Tanpa adanya metode yang jelas, maka proses pembelajaran tidak akan terarah sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sulit tercapai secara optimal. Metode sangat berguna bagi guru dan siswa, bagi guru metode dapat dijadikan pedoman dan acuan bertindak yang sistematis dalam pelaksanaan pembelajaran, dan bagi siswa dapat mempermudah proses belajar dan siswa lebih mudah untuk menyerap materi yang di ajarkan oleh seorang guru dan tetap tertanam di siswa maka metode praktiklah yang sesuai karena setelah siswa mendapatkan materi kemudian siswa langsung mempraktikkanya. Jadi metode praktik adalah suatu metode dengan memberikan materi pendidikan baik menggunakan alat atau benda, seperti di peragakan, dengan harapan siswa menjadi jelas dan mudah sekaligus dapat mempraktikkan materi yang di maksud suatu saat di masyarakat.
Metode ini memberikan jalan kepada para siswa untuk menerapkan, menguji dan menyesuaikan teori dengan kondisi sesungguhnya melalui praktik peserta praktik atau latihan akan mendapatkan pelajaran yang sangat baik untuk mengembangkan dan menyempurnakan keterampilan yang di perlukan.
Metode secara harfiah berarti “cara” jadi metode menurut istilah adalah sebagai suatu cara atau prosedur yang di pakai untuk mencapai tujuan tertentu. Metode juga biasa diartikan salah satu alat untuk mencapai tujuan artinya metode harus menunjang pencapaian tujuan pengajaran jadi metode dapat dijadikan sebagai alat yang efektif untuk mencapai tujuan pengajaran.
Pengunaan metode dalam kegiatan pembelajaran sangat perlu karena untuk mempermudah proses pembelajaran sehingga dapat mencapai hasil yang optimal. Tanpa adanya metode yang jelas, maka proses pembelajaran tidak akan terarah sehingga tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sulit tercapai secara optimal. Metode sangat berguna bagi guru dan siswa, bagi guru metode dapat dijadikan pedoman dan acuan bertindak yang sistematis dalam pelaksanaan pembelajaran, dan bagi siswa dapat mempermudah proses belajar dan siswa lebih mudah untuk menyerap materi yang di ajarkan oleh seorang guru dan tetap tertanam di siswa maka metode praktiklah yang sesuai karena setelah siswa mendapatkan materi kemudian siswa langsung mempraktikkanya. Jadi metode praktik adalah suatu metode dengan memberikan materi pendidikan baik menggunakan alat atau benda, seperti di peragakan, dengan harapan siswa menjadi jelas dan mudah sekaligus dapat mempraktikkan materi yang di maksud suatu saat di masyarakat.
Metode ini memberikan jalan kepada para siswa untuk menerapkan, menguji dan menyesuaikan teori dengan kondisi sesungguhnya melalui praktik peserta praktik atau latihan akan mendapatkan pelajaran yang sangat baik untuk mengembangkan dan menyempurnakan keterampilan yang di perlukan.
B. Prosedur Pelaksanaan Metode Pembelajaran Praktik (Demonstrasi)
Model pembelajaran praktik atau pelatihan terdiri dari enam tahap diantaranya:
1. Penyampaian tujuan
Langkah awal dari urutan pembelajaran praktik adalah merumuskan dan menyampaian tujuan yang ingin di capai dalam proses belajar praktik. Tujuan harus dirumuskan seoperasional sehingga tujuan belajar siswa dapat di ukur, dalam arti seberapa jauh tujuan pembelajaran telah dicapai. Tujuan pembelajaran harus memiliki karakteristik sebagai berikut:
a) Tujuan pembelajaran menyatakan sesuatu tentang siswa.
b) Tujuan pembelajaran berbicara masalah (menggambarkan tentang) unjuk kerja dari siswa.
c) Tujuan pembelajaran pada hakikatnya menjelaskan suatu hasil bukan suatu proses. Tujuan pembelajaran hanya menggambarkan apa yang diharapkan untuk di kuasai oleh siswa pada akhir pembelajaran. Tujuan pembelajaran menjelaskan tentang kemampuan siswa.
d) Tujuan pembelajaran menggambarkan, dalam kondisi atau keadaan bagaimana siswa mendemostrasikan unjuk kerjanya.
2. Penjelasan materi praktik
Materi pendukung praktik dengan menggunakan metode ceramah. Agar metode ceramah lebih bermakna dan menarik perhatian siswa, beberapa materi pembelajaran praktik dapat di sajikan melalui media audio visual.
3. Pendemonstrasian cara kerja
Menunjukan cara kerja yang benar kepada siswa dengan menggunakan peragaan. Merill mengemukkan bahwa cara yang paling efektif untuk mengajarkan kerampilan adalah dengan demonstrasi. Tahap peragaan pada hakikatnya sudah merupakan tahap implementasi pembelajaran praktik. Pada tahap ini guru praktik harus mampu menyajikan peragaan yang menarik sehingga siswa memahami langkah- langkah kerja dan tahu apa yang harus di lakukanya.
4. Latihan (Praktik Simulasi)
Ketuntasan dari beberapa tujuan keterampilan memerlukan latihan (praktik). Praktek yang dilakukan secara kontinu akan menghasilkan kesempurnaan keterampilan motorik. Siswa melakukan latihan dengan tugas yang diberikan dengan tujuan untuk mengembangkan dan mendemonstrasikan keterampilan. kegiatan praktik memungkinkan siswa untuk lebih efektif terlibat dalam kegiatan belajar. Guna mengoptimalkan proses pembelajaran dalam tahap praktik diantaranya, yaitu: (1) Persiapan praktik, (2) Pelaksanaan praktik.
5. Latihan pengalihan
Pengalihan adalah pengunaan hal-hal yang telah dipelajari untuk menghadapi atau memecahkan hal-hal baru. Latihan pengalihan mempunyai fungsi yang penting dalam pendidikan. Latihan pengalihan dilaksanakan agar apa yang dipelajari sekolah dapat digunakan untuk berbagai keperluan di luar sekolah.
C. Ciri-ciri dan Prinsip Pembelajaran Praktik (Demonstrasi)
Ciri-ciri pembelajaran praktik antara lain:
1. Kegiatanya bersifat praktik
2. Prioritas pada kegiatan konsolidasi (latihan)
3. Terfokus pada kegiatan belajar produktif.
Adapun Prinsip-prinsip pembelajaran praktik ini diantaranya:
1. Melibatkan dan mengaktifkan indera dengan cara melakukan kegiatan sendiri dan mandiri.
2. Harus dapat meningkatkan minat peserta.
3. Menguasai materi praktik dengan benar.
D. Tujuan dan kesuksesan teknik Praktik (Demonstrasi)
Teknik adalah sebagai suatu cara mengajar di mana siswa melaksanakan kegiatan-kegiatan latihan, agar siswa memiliki ketangkasan atau keterampilan yang lebih tinggi dari apa yang telah di pelajari. Teknik mengajar ini biasanya digunakan untuk tujuan agar siswa memiliki kerampilan motorik/gerak, mengembangkan kecakapan intelek dan memiliki kemampuan menghubungkan antara sesuatu keadaan dengan hal lain.
Untuk kesuksesan pelaksanakan teknik latihan, seorang guru haruslah memperhatikan prosedur yang disusun demikian:
1. Guru harus memilih latihan yang mempunyai arti luas ialah yang dapat menanamkan pengertian pemahaman akan makna dan tujuan latihan sebelum mereka melakukan.
2. Perlu mengutamakan ketepatan, agar siswa melakukan latihan secara tepat, kemudian diperhatikan kecepatan, agar siswa dapat melakukan kecepatan atau keterampilan menurut waktu yang di tentukan.
3. Guru memperhitungkan waktu/masa latihan yang singkat saja agar tidak meletihkan dan membosankan, dan masa latihan itu harus menyenangkan dan menarik.
E. Kelebihan dan Kelemahan Metode Praktik (Demonstrasi)
Kelebihan metode praktik atau latihan diantaranya:
1. Untuk memperoleh kecakapan motorik, seperti melafalkan kata-kata atau kalimat, membuat alat-alat dan gerakan, memperoleh kecakapan mental, seperti dalam perkalian, menjumlah-kan, pengurangan, memperoleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yang di buat, seperti hubungan huruf-huruf dalam ejaan, penggunaan simbol, membaca peta.
2. Pembentukan kebiasaan yang di lakukan dan menambah ketepatan, serta kecepatan pelaksanaan.
3. Pemanfaatan kebiasaan-kebiasaan yang tidak memerlukan konsentrasi dalam pelaksanaanya, meningkatkan motivasi dan gairah belajar siswa karena pekerjaan yang dilakukan memberikan tantangan baru baginya.
4. Meningkatkan motivasi dan gairah belajar siswa karena pekerjaan yang di lakukan memberikan tantangan baru serta mempermudah dan memperdalam pemahaman tentang berbagai teori yang terkait dengan praktik yang sedang di kerjakan.
Kelemahan metode praktik atau latihan diantaranya:
1) Menghambat bakat dan inisiatif siswa, karena siswa lebih banyak dibawah kepada penyesuaian dan di arahkan jauh dari pengertian.
2) Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan.
3) Kadang-kadang latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton, mudah membosankan.
4) Membentuk kebiasaan yang kaku, karena bersifat otomatis, menimbulkan verbalisme.
Memerlukan persiapan yang matang meliputi kegiatan dan peralatan yang di perlukan.
Kamis, 12 Maret 2015
Pengalaman Belajar
Belajar adalah aktifitas yang kita lakukan semenjak kita kecil hingga sekarang.
Ada 4 tingkat pendidikan yang sudah saya jalani. Di mulai dari Taman Kanak-Kanak, SD, SMP, SMA.
Belajar di taman kanak-kanak dilakukan dengan bermain sambil belajar. Anak-anak belajar menghapal dengan permainan yang dilakukan bersama-sama, atau pun membaca buku bergambar yang sangat di sukai anak-anak.
Pada tingkat SD, level pendidikan sudah meningkat. Guru sudah mengajarkan hal hal dasar pelajaran yang mudah tidak dengan gambar-gambar lagi. Sewaktu sd, guru guru adalah unsur yang sangat penting pada pembelajaran, karena guru adalah panutan muridnya, dan anak-anak sangat mudah untuk meniru perlakuan orang di sekitarnya. Pada tingkat sd, waktu belajar sudah di tingkatkan dan murid juga sudah mulai di ajarkan untuk belajar sendiri dengan adanya pekerjaan rumah.
Tingkat SMP, di sini adalah masa transisi dari anak-anak menjadi remaja. Pada masa ini, Anak-anak harus di awasi agar tidak mengarah kejalan yang salah seperti merokok dan judi. Pembelajaran sewaktu smp sudah mulai sulit, murid-murid sudah mulai menunjukan minat ke pelajaran mana yang dia mau. Sewaktu SMP juga waktu belajar sudah di tambahkan, dan juga anak-anak sudah mulai di suruh untuk membentuk kelompok untuk mengerjakan suatu tugas. Sewaktu saya SMP, hukuman sudah mulai agak keras di berlakukan.
Pembelajaran sewakut SMA berbeda-beda, karena pada masa ini siswa sudah harus belajar dengan inisiatif sendiri, guru menerangkan tidak akan di suruh mencatat lagi, tetapi kesadaran diri sendiri. Dan juga di sini yang paling berpengaruh adalah teman. Karena teman dan kebiasaan nya akan ditiru oleh seorang anak yang tidak ingin ketinggalan. Pada masa ini juga sudah mulai dilakukannya kategorisasi minat siswa, yaitu IPA dan IPS. Pada masa ini tugas guru adalah membimbing murid ke masa depan yang dia ingin kan, murid juga sudah harus mulai memikirkan masa depannya.
Ada 4 tingkat pendidikan yang sudah saya jalani. Di mulai dari Taman Kanak-Kanak, SD, SMP, SMA.
Belajar di taman kanak-kanak dilakukan dengan bermain sambil belajar. Anak-anak belajar menghapal dengan permainan yang dilakukan bersama-sama, atau pun membaca buku bergambar yang sangat di sukai anak-anak.
Pada tingkat SD, level pendidikan sudah meningkat. Guru sudah mengajarkan hal hal dasar pelajaran yang mudah tidak dengan gambar-gambar lagi. Sewaktu sd, guru guru adalah unsur yang sangat penting pada pembelajaran, karena guru adalah panutan muridnya, dan anak-anak sangat mudah untuk meniru perlakuan orang di sekitarnya. Pada tingkat sd, waktu belajar sudah di tingkatkan dan murid juga sudah mulai di ajarkan untuk belajar sendiri dengan adanya pekerjaan rumah.
Tingkat SMP, di sini adalah masa transisi dari anak-anak menjadi remaja. Pada masa ini, Anak-anak harus di awasi agar tidak mengarah kejalan yang salah seperti merokok dan judi. Pembelajaran sewaktu smp sudah mulai sulit, murid-murid sudah mulai menunjukan minat ke pelajaran mana yang dia mau. Sewaktu SMP juga waktu belajar sudah di tambahkan, dan juga anak-anak sudah mulai di suruh untuk membentuk kelompok untuk mengerjakan suatu tugas. Sewaktu saya SMP, hukuman sudah mulai agak keras di berlakukan.
Pembelajaran sewakut SMA berbeda-beda, karena pada masa ini siswa sudah harus belajar dengan inisiatif sendiri, guru menerangkan tidak akan di suruh mencatat lagi, tetapi kesadaran diri sendiri. Dan juga di sini yang paling berpengaruh adalah teman. Karena teman dan kebiasaan nya akan ditiru oleh seorang anak yang tidak ingin ketinggalan. Pada masa ini juga sudah mulai dilakukannya kategorisasi minat siswa, yaitu IPA dan IPS. Pada masa ini tugas guru adalah membimbing murid ke masa depan yang dia ingin kan, murid juga sudah harus mulai memikirkan masa depannya.
Selasa, 10 Maret 2015
Test
Testing
Langganan:
Postingan (Atom)